Tugas ICT

MAKALAH
MATA KULIAH ICT DALAM PENDIDIKAN MATEMATIKA
PERENCANAAN SISTEMATIS DALAM MENGGUNAKAN MEDIA

Oleh:

BAMBANG RIYANTO
NIM 20082012001
LELA ANGGRAINI
NIM 20082012003
DOSEN PENGAMPU
Prof. Dr. Zulkardi, M. I. Komp, M. Sc.
Dr. Darmawijoyo, M.Si.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
PROGRAM PASCASARJANA (PPs)
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
TAHUN AKADEMIK 2009/2009

PERENCANAAN SISTEMATIS DALAM MENGGUNAKAN MEDIA1)
Oleh: 1. Bambang Riyanto2)
2. Lela Anggraini

I. PENDAHULUAN
I. 1 LATAR BELAKANG

Berbagai upaya untuk memperbaiki mutu pendidikan. Untuk meningkatkan mutu pendidikan guru memegang peranan yang sangat penting atau guru merupakan ujung tombak dalam peningkatan mutu pendidikan. Untuk meningkatkan mutu pendidikan juga tidak terlepas dengan mutu pembelajaran yang dilakukan. Menurut Chusniyati (2005) bahwa untuk melakukan reformasi pendidikan secara efektif harus ada restrukturisasi model-model pembelajaran setiap guru dituntut memiliki persiapan yang matang, perencanaan pembelajaran yang sistematis dan aplikatif serta semua tindakan guru harus terukur dengan baik, agar tidak salah dalam mengajar. Dalam proses pembelajaran yang dilakukan, agar mencapai hasil yang optimal seharusnya dilakukan secara terencana. Seperti yang dikemukakan oleh Heinich (1996) bahwa jika akan menggunakan media dan teknologi secara efektif, maka harus merencanakan secara sistematis untuk menggunakannya. Untuk merencanakan proses pembelajaran tentu harus melalui tahap-tahap atau langkah-langkah yang baik agar proses pembelajaran yang dilakukan berhasil secara optimal. Seperti yang dikemukakan oleh Heinich (1996) bahwa Model ASSURE adalah pedoman untuk langkah-langkah dalam proses perencanaan. Dalam makalah ini akan diuraikan enam langkah model ASSURE dalam merencanakan proses pembelajaran, selain itu akan disajikan contoh perencanaan pembelajaran berdasarkan langkah langkah pada ASSURE.

I. 2 TUJUAN
Adapun tujuan penulisan makalah ini:
1. Agar mahasiswa mengetahui Model ASSURE sebagai langkah-langkah yang sistematis dalam menggunakan media.
2. Agar mahasiswa menerapkan Model ASSURE dalam merencanakan pembelajaran yang akan dilakukan sehingga tujuan pembelajaran akan tercapai.
I. 3 MANFAAT
Makalah ini diharapkan memberikan manfaat:
Bagi mahasiswa pendidikan matematika khususnya dan guru matematika umumnya, sebagai pengetahuan untuk merencanakan proses pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran akan tercapai
II. ISI (TINJAUAN PUSTAKA)
II. 1 Model ASSURE

Menurut Heinich (1996) Model ASSURE adalah pedoman umum untuk langkah di dalam proses perencanaan, yang secara umum ada enam langkah yaitu:
1. Analyze Learner (Analisis Siswa)
2. State Objektive (Menentukan Tujuan)
3. Select Methodes, Media, materials (Memilih Metode, Media dan Materi)
4. Utilize Media and Material ( Menggunakan Media dan Materi)
5. Require Learner Participation (Membutuhkan partisipasi siswa)
6. Evaluate and Revise ( Evaluasi dan Revisi)
II. 2. Analyze Learner (Analisis Siswa)
Langkah pertama untuk merencanakan secara sistematis dalam menggunakan media adalah analisis siswa, menurut Heinich (1996) siswa dapat dianalisis menyangkut (1) karakteristik umum siswa, (2) kompetensi khusus (pengetahuan, keterampilan, dan sikap siswa), (3) gaya belajar siswa.
1. Karakteristik Umum Siswa
Menurut Heinich (1996) yang termasuk karakteristik umum adalah umur, tingkat kemampuan, faktor budaya atau sosial ekonomi. Biasanya analisis awal dari karakteristik siswa dapat membantu dalam menyeleksi metode dan media pembelajaran. Contoh siswa dengan keterampilan membaca di bawah standar tujuan pembelajaran dapat dicapai dicapai lebih efektif dengan media non tulis (non-print media). Jika siswa tidak bersemangat terhadap materi pembelajaran adalah suatu masalah, pertimbangan menggunakan pendekatan pembelajaran dengan stimulus lebih tinggi seperti video tape atau simulasi game.

Memberikan siswa sebuah konsep baru untuk pertama kali membutuhkan media secara langsung, secara konkret dari pengalaman seperti field trips (studi komprehensif) atau latihan bermain peran (seperti pada Dale’s Cone (kerucut Dale)). Lebih lanjut siswa biasanya mempunyai dasar yang cukup untuk menggunakan Audiovisual .
Untuk kelas heterogen, yang siswanya sangat beragam di dalam pengalaman konsepnya atau pengalaman yang dekat tentang topik, lebih baik jika menggunakan pengalaman audiovisual seperti videotape atau media presentasi yang membantu memberikan pengalaman umum yang dapat dibentuk dalam kelompok diskusi dan studi secara individual ( sebagai lampiran dari makalah ini, penulis menggunakan media presentasi power point dengan animasi untuk materi vektor karena materi ini sulit bagi siswa).
2. Kompetensi Khusus
Menurut Heinich (1996) yang termasuk kompetensi khusus adalah pengetahuan dan keterampilan bahwa siswa memiliki atau kurang dalam hal: keterampilan prasyarat, sasaran keterampilan, dan sikap.
Hal ini juga didukung oleh Gagne (dalam http://www.my-rummy.com/Kanak-kanak_belajar_matematik.html ) bahwa Gagne mempunyai hierarki pembelajaran. antaranya ialah pembelajaran melalui isyarat, pembelajaran tindak balas rangsangan, pembelajaran melalui rantaian, pembelajaran melalui pembedaan dan sebagainya. Menurut Gagne, peringkat yang tertinggi dalam pembelajaran ialah penyelesaian masalah. Pada peringkat ini, pelajar menggunakan konsep dan prinsip-prinsip matematika yang telah dipelajari untuk menyelesaikan masalah yang belum pernah dialami.
Hal di atas menunjukkan pentingnya pengetahuan prasyarat siswa untuk mempelajari materi berikutnya, apakah siswa sudah siap untuk mempelajari materi berikutnya, hal ini perlu dianalisis oleh guru. (pada makalah ini juga dilampirkan contoh media pembelajaran sebagai prasyarat untuk mempelajari vektor, koordinat titik pada koordinat Cartesius).
3. Gaya Belajar
Menurut Heinich (2008) bahwa factor ketiga untuk analisis siswa adalah gaya belajar, menyangkut sifat psikologi yang berdampak bagaimana kita menerima dan merespon stimulus yang berbeda seperti keinginan, sikap, pilihan visual (melihat) atau audio (mendengar).

Menurut Gagne (dalam Heinich, 1996) bahwa 7 aspek intelegensi: (1) verbal / linguistic (bahasa), (2) logika / matematika (saint/kuatitatif), (3) visual/spasial, (4) musik atau irama, (5) kinestetik, (6) interpersonal (kemampuan memahami orang lain), (7) intrapersonal (kemampuan memahami diri sendiri). Menurut Heinich (1996) bahwa teori Gagne ini berimplikasi bahwa guru, perencana kurikulum, dan ahli media pembelajaran bekerja sama untuk mendesain kurikulum.
Menurut Heinich (1996) bahwa varibel gaya belajar dapat dikategorikan sebagai:
1. Pilihan persepsi dan kekuatan
Hal ini terutama menyangkut kebiasan audio (mendengar), visual (melihat) dan kinestetik (gerak). Guru harus mengidentifikasi siswa tentang kekuatan atau kebiasaannya dalam belajar.
2. Kebiasaan memproses informasi
Hal ini behubungan dengan bagaimana individual cenderung dalam proses kognitif dari informasi. Model Gregorc “ Mind Style” mengelompokkan siswa berdasarkan kebiasaan gaya berpikir konkret versus abstrak dan random versus berurutan.
3. Faktor Motivasi
Ini menyangkut keinginan dari siswa, motivasi internal atau eksternal, motivasi berprestasi, motivasi sosial, kompetitif. Guru harus mengidentifikasi tentang motivasi siswa untuk mempelajari materi berikutnya.
4. Faktor Psikologi
Hal ini dihubungkan dengan perbedaan gender (jenis kelamin), kesehatan, kondisi lingkungan yang akan berakibat proses pembelajaran terjadi secara efektif.
II. 3 State Objective (Menentukan Tujuan)
Langkah kedua Model ASSURE adalah menentukan tujuan secara spesifik mungkin. Menurut Heinich (1996) bahwa ABCD adalah baik untuk menentukan tujuan pembelajaran, yaitu ( 1 )A (Audience) atau siswa, yaitu apa yang bisa dilakukan oleh siswa setelah pembelajaran. Contoh siswa kelas tiga SMP (audience). (2)B (Behavior) atau tingkah laku, yaitu kata kerja operasional yang menggambarkan kemampuan siswa (audience) setelah pembelajaran, contoh mengetahui, menyusun, menghitung, mendefinisikan, (3) C (Condition) atau kondisi, yaitu pernyataan dari tujuan yang menyatakan performance (pelaksanaan) yang dapat diobservasi. Contoh : dengan diberikan tabel distribusi frekuensi (condition) siswa (audience) dapat menentukan nilai rata-rata (mean) (behavior) dengan tepat (degree), (4) D (degree) atau tingkat (derajat), yaitu menyatakan standar atau kriteria. Contoh: siswa (audience) dapat mengambarkan jumlah dua buah vektor (behavior) jika diberikan dua vektor yang berbeda (condition) dengan tepat (degree).
Menurut Heinich (1996) bahwa tujuan pembelajaran dapat diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu: kognitif, afektif dan psikomotor.
II. 4 Select Methods, Media, and Materials (Memilih Metode, Media dan Materi)
Langkah ketiga Model ASSURE adalah memilih metode, media dan materi. Setelah mengidentifikasi siswa dan menentukan tujuan, berarti telah membuat titik awal (pengetahuan, keterampilan dan sikap siswa) dan titik akhir (tujuan) dari pembelajaran. Pada langkah ini adalah menghubungkan antara kedua titik dengan memilih metode yang tepat dan format media, kemudian memutuskan materi yang dipilih untuk diimplementasikan. Perencanaan sistmatis untuk menggunakan media tentu menuntut metode, media da materi dipilih secara sietmatis. Proses pemilihan mempunyai 3 langkah, yaitu (1) memutuskan metode yang tepat untuk memberikan tugas pembelajaran, (2) memilih format media yang sesuai untuk melaksanakan metode. (sebagai lampiran makalah ini, penulis menggunakan metode interaktif, metode penugasan dan siswa bekerja dalam kelompok yang beranggota 4 atau 5 orang), (3) memilih, memodifikasi dan mendesain materi secara spesifik. Untuk memutuskan materi yang akan diimplementasikan ada tiga pilihan: (1) memilih materi yang tersedia, (2) memodifikasi materi yang ada, (3) mendesain materi baru.
Memilih metode
Memilih metode merupakan hal yang utama untuk semua halyang lain yang memungkinkan pembelajaran akan berjalan baik. Suatu pembelajaran akan memungkinkan dua atau lebih metode untuk beberapa tujuan yang berbeda di dalam proses pembelajaran. Sebagai contoh menggunakan metode demonstrasi untuk mempresentasikan informasi baru, dan metode latihan (drill-and-practice) untuk memberikan keterampilan baru. Guru juga bisa menggunakan metode penugasan berstruktur untuk melayani siswa dengan gaya belajar yang berbeda, untuk mengikuti latihan secara individu melalui metode yang berbeda (seperti untuk kebiasaan berpikir “ abstract random” menggunakan simulasi bermain peran, jika “ concret sequential” menggunakan struktur pemecahan masalah).
Memilih Format Media
Format media adalah bentuk fisik yang bagaimana pesan disampaikan dan ditunjukkan. Sebagai contoh flip charts (diagram berupagambar atau teks), slide (gambar yang diproyeksikan, seperti media presentasi power point) (lampiran makalah ini,penulis membuat format media menggambar penjumlahan dua buah vektor berupa animasi karena vektor menyatakan pergerakan (memiliki nilai dan arah)), audio (suara dan musik), film (gambar bergerak pada layar), video (gambar bergerak seperti pada TV), dan komputer multimedia (grafik, teks, gambar bergerak seperti pada TV).
Sebagai panduan untuk memilih media menurut Heinich (1996) menggunakan “media selection model” yang biasanya berbentuk flowcharts (diagram alir) atau checklist.
Yang paling banyak di dalam model memilih media pembelajaran berdasarkan dengan situasi atau pengaturan (seperti kelompok besar,kelompokkecil, atau pembelajaran individu), untuk variebel siswa (bisa membaca, tidak bisa membaca, ataulebih cenderung mendengar), tujuan (kognitif, afektif psikomotor, atau interpersonal), harus dipertimbangkan juga kemampuan presentasi dari masing-masing format media (seperti visual, visual bergerak, kata-kata (teks), atau kata-kata verbal).
Mendesain Materi Baru
Hal yang paling dasar untuk dipertimbangkan ketika mendesaian materi baru:
1. Objective (tujuan): apakah yang kita inginkan terhadap siswa dalam pembelajaran?
2. Audience (siswa): apa karakteristik siswadalam belajar? Apakah mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan prasyarat untuk menggunakan atau mempelajari nateri?
3. Cost (biaya),
4. Technical expertise (keahlian)

5. Equipment (keperluan)
6. Facilities (fasilitas)
7. Time (waktu)
II. 5 Utilize Media and Material (Menggunakan Media dan Materi)
Langkah keempat di dalam Model ASSURE adalah menggunakan media dan materioleh siswadan guru. Menurut Heinich (1996) direkomdasikan prosedur menggunakan berdasarkan pada penelitian luas, dan mengikuti langkah “5P” yang pembelajarannya berbasis guru atau berpusat pada siswa. “5P” tersebut yaitu:
1. Preview the Materials (Meninjau Materi)
Selama proses seleksi, guru seharusnya materi yang tepat untuk siswa dan sesuai tujuan. Contoh untuk matematika SMA menggunakan videotape untuk mengkonversi pecahan ke desimal. Meskipun menggunakan videotape guru seharusnya meninjaunya kembali.
2. Prepare Materials (Menyiapkan Materi)
Selanjutnya guru membutuhkan persiapan media dan materi untuk melaksanakan aktivitas pembelajaran.
3. Prepare the Environmental (Menyiapkan Lingkungan)
Pembelajaran dapat dilakukan di ruang kelas, dilaboratorium, atau pusat media atau di lapangan, fasilitas-fasilitas harus disusun untuk memudahkan siswa menggunakan materi dan media.
4. Prepare the Learner (Menyiapkan Siswa)
Dari sudut pandang pembelajaran, mungkin mirip dengan salah satu dari yang berikut:
1. Pengantar dengan memberikan garis besar isi pembelajaran
2. Menjelaskan bagaimana menghubungkan topik yang dipelajari.
3. Memotivasi yang membuat pengetahuan yang dibutuhkan untuk diketahui dengan menjelaskan bagaimana menfaat bagi siswa.
4. Memberikan perhatian isyarat langsung untuk aspek khusus (kognitif, afektif, psikomotor) pada pembelajaran.
5. Prepare the Learning Experience (Menyiapkan Pengalaman Pembelajaran)
Guru menyiapkan pengalaman pembelajaran. Jika materi berbasis guru, seharusnya professional. Jika berpusat pada siswa, guru harus berperan sebagai fasilitator, membantu siswa untuk mengeksplorasi materi, mendiskusikan isi materi, menyiapkan materi seperti fortopolio, atau mempresentasikan dengan teman sekelas mereka. (pada makalah ini juga, penulis melampirkan Lembar Aktivitas Siswa (LAS) sebagai pembelajaran berbasis siswa).
II. 6 Require Leaner Participation (Membutuhkan Partisipasi Siswa)
Guru seharusnya merealisasikan partisipasi aktif dari siswa di dalam proses pembelajaran. Menurut Jhon Dewey (dalam Heinich, 1996) berargumentasi bahwa reorganisasi dari kurikulum dan pembelajaran untuk membuat siswa berpartisipasi sebagai pusat bagian proses pembelajaran. (pada makalah ini, agar siswa berpartisipasi aktif dalam pembelajaran, penulis membuat Lembar Aktivitas Siswa (LAS))

II. 7 Evaluate and Revise (Evaluasi dan Revisi)
Komponen akhir dari Model ASSURE adalah melihat keefektifan pembelajaran , yaitu dengan mengevaluasi dan merevisi. Menurut Heinich (1996) bahwa Evaluasi dan Revisi merupakan komponen yang sangat penting untuk mengembangkan kualitas pembelajaran. Ada beberapa tujuan evaluasi, yaitu sebagai penilaian prestasi siswa, dan juga untuk mengevaluasi media dan metode.
Meskipun evaluasi dilakukan di akhir,tetapi evaluasi berlangsung terus selama proses pembelajaran. Evaluasi bukan akhir dari pembelajaran. Itu adalah titik awal berikutnya dan berlangsungterus dalam siklus Model ASSURE .

III. PENUTUP
III. 1 SIMPULAN

Dari uraian di atas dapat ditarik beberapa simpulan, yaitu :
1. Model ASSURE adalah pedoman umum dalam merencanakan secara sistematis dalam menggunakan Media Pembelajaran sehingga proses pembelajaran yang dilakukan berkualitas.
2. Model ASSURE memiliki enam langkah, dan setiap langkah saling berkaitan dan harus dilakukan secara berurutan agar proses pembelajaran yang dilakukan berkualitas
3. Model ASSURE harus dilakukan dengan terus menerus dalam siklus atau tidak berhenti dalam satu siklus. Siklus pertama menjadi titik awal untuk memperbaiki siklus berikutnya.
III. 2 SARAN
Dari simpulan di atas disarankan :
Bagi mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika khususnya dan Guru Matematika pada umumnya untuk menerapkan Model ASSURE dalam merencanakan secara sistematis dalam menggunakan Media Pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA
Chusniyati, Tati. 2005. Kiat Membangun Kompetensi Guru. (online) http://rosda.co.id/index.php?info=resensi&resensi=52 [diakses 28 Pebruari 2009]

………….2006. Bagaimana Kanak-Kanak Belajar Matematika. (online) http://www.my-rummy.com/Kanak-kanak_belajar_matematik.html [diakses 26 Pebruari 2009]

Heinich; dkk. 1996. Instructional Media and Technologies For Learning. Tokyo: Prentice-Hall,Inc A Simon & Schuster Company.


About this entry